Jumat, 11 November 2011

Degupan Jelek

Inikah puncak ke-risau-an hatiku
Benar, beberapa waktu hatiku kerap kali berdegup tanpa ku perintah
Degupannya tak seperti biasa
Mungkin bisa disebut firasat
Ah aku benci sekali jika degupan itu muncul
Karena aku harus bermain teka teki dengan hatiku
Apa yang akan terjadi ?
Tepatlah sudah terjadi
Puncak dari degupan jelek itu adalah titik air hujan mataku
Sudah lama wajah ini dilanda kemarau tanpa tangis, memang
Tapi aku pun tak pernah mengharapkan tangisan ini pecah sebab hal yang tak perlu
Apa yang kalian lihat dari ku ?
Apakah aku sosok yang menyebalkan semenyebalkan degupan jelek itu
Hingga tiap kali kalian melihatku hanya ekpresi marah yang ingin kalian muntahkan ?
Aku masih tak mengerti apa maksud kalian ?
Marah kalian tak jelas, seperti degupan jelek itu
Aku tak mau, tak pernah mau degupan jelek itu muncul
Apakah aku sosok yang menyebalkan bagi kalian ?
Hingga setiap yang kulakukan tak punya arti seperti degupan jelek itu
Benar, inilah puncaknya !
Degupan jelek itu telah pecah
Menghancurkan suasana kemarau
Menurunkan hujan yang tak kuharapkan
Tak ada yang mengerti
Aku ingin berteriak agar degupan jelek itu ikut keluar dengan nafasku
Pergi !
Karena semuanya jahat
Tak ada yang mengerti

Minggu, 06 November 2011

Wake Up

Hari ini 6 November 2011, aku mencoba kembali membuka blogku dan terbesit keinginan untuk mencorat coretnya dengan tulisan-tulisanku. Tulisan yang merupakan curahan hatiku. Well, hari ini dapat inspirasi dari sebuah pengalaman yang bikin bete -,-
Hari ini, pengalaman perdanaku untuk mengikuti lomba MC dan presenter. As you know, udah beberapa minggu ini aku ikut sekolah broadcast. Yaahhh, untuk menjembatani obsesiku aja. Tapi emang aku dapat banyak ilmu disini.
Oke balik lagi dengan lomba perdanaku. Jadi rencana awalnya, aku dan teman-teman sekolah broadcast-ku janjian jam 1 kumpul di tempat kursus. Tapi tiba-tiba banyak yang bilang mau langsung aja ke tempat lomba. Nah aku tetep aja kumpul ke tempat kursus karena aku gak tau jalan ke tempat lombaku.
Di perjalanan aku dapat sms " Istii, kalo masih lama tak tinggal yaa " dan waktu itu aku udah deket dari tempat ngumpul. Eh waktu aku udah sampe, ternyata gak ada siapa-siapa. AKU DI TINGGAL BENERAN ! BETE ! Waktu itu -jujur- aku pengen nangis. Aku bener-bener lemah dalam mencari dan menghafal jalan. Akhirnya aku putusin buat nekat menelusuri jalan ke arah tempat lomba. And you know ??? aku nyasar !
Tambah pengen nangis aku. Akhirnya aku coba sms temenku yang belum berangkat. Aku minta ketemuan di suatu tempat terus berangkat bareng. Yaaaahhhh, dialah penolongku. seorang anak SMA yang baru kelas satu.
Di jalan gerimis, aku gak bawa jas ujan. Akhirnya aku cuma bisa berdoa biar gak ujan :D
Sampe di tempat lomba, aku baru sadar. Aku tiba-tiba nge-blank. Kosentrasiku ilang. Padahal materi lomba udah aku susun dengan matang. BUYAR ! dan aku dapat nomor undian awal !
Akhirnya dengan sisa-sisa kosentrasi, aku naik ke panggung. Nervous sangaaaaaaaaaaatttttttttt.
Tiba-tiba ada beberapa kata yang "njelibet".
Aku emang udah feeling bakalan gagal, karena lawanku emang anak yang udah expert gitu. Dan aku ? baru bocah kemarin sore !
Dan benar saja, aku kalah. Yah, tapi aku bisa menerimanya kok. Aku tetep ngerasa aku udah kasi' yang terbaik, dan masih banyak yang lebih parah dari aku.
Tapi tetep aja, aku masih BETE ! coba kalo aku masih pertahankan kosentrasiku, mungkin bisa jadi aku tembus jadi pemenang. But, everything is gonna be oke :D
Dari sini, aku dapat pelajaran bahwa SEBELUM LOMBA, PERLU SURVEY LOKASI LOMBA !